Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Labels

Featured Posts

Minggu, 21 April 2013

Bagaimana Cara Merawat Anak Kucing?

Perawatan anak kucing berbeda dengan perawatan kucing dewasa.  Bagaimana cara merawat anak kucing? berikut beberapa tips mengenai cara perawatan anak kucing agar Anda memahami cara merawat anak kucing,
  • Setelah anak kucing lahir Anda harus memberikan makanan yang alami (susu induk kucing) dalam waktu 10-20 menit. Jangan lupa berikan pula makanan dan minuman untuk induk kucing saat dia menyusui anak mereka.
  • Anak kucing dapat memakan makanan padat pada usia dua sampai tiga minggu. Berikan pula susu khusus untuk anak kucing. Dalam masa pertumbuhannya hindari untuk memberi susu sapi atau susu kambing karena sistem pencernaannya belum dapat mencerna dengan sempurna kandung laktosa dalam susu kambing dan susu sapi tersebut.
  • Sediakan dua buah nampan untuk mengganti kotoran dan ganti nampan-nampan tersebut secara teratur pada siang hari. Secara alami anak kucing akan membuang kotoran pada nampan tersebut hingga usia sampai empat minggu.
  • Untuk induk kucing yang sedang menyusui sebaiknya harus diberikan obat cacing setiap bulan. Adapun untuk anak kucing harus diberi obat cacing setiap dua minggu. Pemberian obat cacing ini dimuali pada umur dua minggu sampai berumur tiga bulan.
  • Anak kucing dapat Anda sapih mulai umur delapan minggu. Pada tahap ini kucing harus diberi makanan padat.
  • Anak kucing harus dilatih untuk melakukan kontak terhadap manusia pada umur setidaknya sampai usia tujuh minggu. Hal ini agar anak kucing tidak bertindak agresif dengan manusia.
  • Anak kucing perlu diberi banyak rangsangan baru misalnya diperdengarkan bunyi-bunyian maupun bertemu binatang lain.

Minggu, 17 Maret 2013

Tips memeilhara kucing agar gemuk

Tips untuk merawat kucing agar gemuk


1. Jagalah kebersihan kandang, tempat makan, tempat minum dan pasir tempat kotoran kucing mulai sejak kucing anakan. Bersihkan tempat makan dan tempat minum setiap hari. Dan jangan lupa mencuci pasir dengan cairan disinfektan lalu jemurlah di terik matahari serta mengisi tempat pasir kembali dengan pasir yang bersih.

2. Mandikan kucing minimal 2 minggu sekali, serta sebulan sekali kucing dikeramas menggunakan shampo khusus untuk kucing. Sama seperti di atas mulailah sejak masih kucing anakan, pastikan bulu kucing di keringkan kembali.

3. Sediakan air minum dalam kandang. Untuk makanan sebaiknya di berikan pada jam jam tertentu saja di tempat khusus, tidak harus dalam kandang.

4. Jangan berikan ikan asin pada kucing, sebab bisa membuat rontok bulu-bulunya. Kucing Persia tidak seperti kucing murah lainnya. Makanya agak sensitif juga.

5. Berikan waktu beberapa jam bagi kucing peliharaan Anda untuk bebas bermain di luar pagi, siang dan sore hari, tergantung cuaca.

6. Periksakan kesehatan kucing Anda sebulan sekali ke dokter hewan. Jangan lupa pula untuk memberikan vaksin rabies setahun sekali. Walaupun kucing persia yang dimiliki murah.

7. Bila dimungkinkan, taruhlah kucing dalam ruang ber-AC. Dan perdengarkanlah musik klasik sewaktu ia berada dalam kandangnya karena cara ini dapat membuatnya menjadi lebih tenang.

8. Sisirlah bulu-bulunya dengan sisir khusus untuk kucing agar lebih rapi.

9. Bila ingin gemuk dapat di berikan makanan yang bergizi tinggi, bisa di coba dengan makanan kucing Proplin tapi mesti di campur dengan makanan kucing lain agar tidak kegemukan. Berikan juga vitamin minyak ikan.

10. Bila ingin bulu yang bagus dapat menggunakan makanan kucing Royal Canin Health & Skin Care, tapi harganya cukup lumayan. Bisa juga diberikan vitamin tambahan - tanyakan ke petshop atau dokter hewan, sesuaikan menurut jenis kucing yang dimiliki.

Jumat, 27 Januari 2012

Penyakit kucing Cryptosporidiosis

Kemarin saya membahas penyakit kucing radang usus menular. Sekarang saya akan membahas Penyakit Cryptosporidiosis
Penyakit ini menyerang seluruh kucing yang ada di dunia ini. Dan amat sangat menakutkan. Mengapa?? Karena ini penyakit kucing ini sampai saat ini belum ada vaksinnya. Sehingga tidak bisa dicegah.
Walau begitu anda tetap bisa meminimalisasikan dengan menjaga kebersihan lingkungan (Tentu juga termasuk kebersihan majikannya).
Penyebab dari penyakit ini adalah Protozoa. Dan yang tipe paling berbahaya adalah tipe Cryptosporidia parvum.
Gejala-gejala umum kucing terkena penyakit ini adalah :
  • Diare herat
  • Demam
  • Nafsu makan hilang
  • Dehidrasi
Hati-hati walaupun ini adalah penyakit kucing namun dapat juga menular ke manusia. Penularannya sendiri kepada manuasia melalui air dan makanan. Penyakit ini begitu berbahaya jadi jika kucing anda memiliki penyakit ini lebih baik langsung ke dokter hewan terdekat
Jika belum sempat ke dokter…Kucing ini harus disingkirkan dari kucing yang lain. Selain itu kandang maupun fasilitas yang ada di dalamnya juga wajib dibersihkan dan didestinfeksikan. Begitu juga benda ataupun tempat yang sering dikunjungi kucing anda.
Yang penting Bersih..bersih dan bersih

Penyakit kucing Tungau

Tungau merupakan salah satu dari sekian banyak penyakit kucing. Mau kucing lucu banget tapi sekali kena ya nggak jad lucu lagi deh. Pokonya harus hati-hati! Berikut beberapa informasi yang saya dapat dari penyakit ini.
Tungau kudis telinga atau bahasa medisnya Otodectes cynotis. Penyakit kucing ini menimbulkan gatal. Sehingga menyebabkan kucing lucu sekalipun akan menggaruk-garuknya. Dan terjadi pada telinga kucing.  Garukan ini menimbulkan infeksi bakteri sekunder dan menyebabkan bengkak pada telinga.
Tungau kudis kecil (Notoedres cati), Tungau ini dapat menggali liang dalam kulit. Serta dapat menimbulkan rasa gatal dan penebalan pada kulit, sering terjadi pada sisi wajah antara mata kucing dan telinga. Apalagi sifat kucing yang akan menggaruk dan menjilatinyanya dapat mengakitbatkan bulu rontok sampai botak.
Tungau Panen (Trombicula autumnalis), yang berbahaya adalah larvanya, juga disebut sebagai kutu merah atau chigger. Jika diluar negeri dapat menginfeksi kucing selama musim panas dan awal musim gugur.Biasanya terjadi pada kucing yang memiliki bulu tidak lebat seperti jenis kucing yang sering kita bahas.
Tungau Bulu (Cheyletiella species). Tanda kucing yang terkena penyakit kucing ini adalah ketombe yang banyak di bagian punggung dan sisi badan kucing. Kabar baiknya ini tidak begitu masalah buat kucing tapi kabar buruknya adalah ini dapat menginfeksi manusia (menimbulkan bintil merah dan kulit melepuh)
YA hanya ini penyakit kucing tungau yang saya ketahui.Pokonya hati-hati aja jika kucing anggora, kucing persia atau jenis kucing lain yang anda miliki terlalu sering menggaruk. Selalu WASPADA!!!

Penyakit kucing FUS

FUS merupakan kependekan dari Feline Urologic Syndrome. Penyakit kucing yang berhubungan dengan Uretra dan Urine.
Penyebab penyakit kucing ini masih belum diketahui dengan pasti. Walaupun ada beberapa penelitian yang mengklaim tahu penyebabnya tapi itu masih dalam sebatas argumen. Banyak yang mengatakan  disebabkan oleh tersumbatnya saluran uretra. Tapi tidak sedikit mengatakan dari radang uretra, tumor dan bahkan sekedar trauma
Walaupun penyebab penyakit kucing ini belum diketahui namun ada beberapa faktor yang diperikirakan mempengaruhinya.
  1. Kandungan mineral dan air dalam makanan
  2. Frekeunsi makan si kucing itu sendiri
  3. Menyerang kucing pada umur sekitar  satu sampai enam  tahun
  4. Walau tidak semua tapi Sering  terjadi pada kucing persia
  5. Aktifitas kucing yang kurang, contoh paling klasik adalah sering tidur
  6. Kelebihan berat badan.
  7. Kastrasi sebelum masa puber
Sedangkan gejala-gejala kucing anda kena penyakit FUS ini adalah sebagai berikut :
  • Warna urine tidak normal dan berdarah
  • Kucing sukar mengeluarkan urine, Pada kucing jantan bahkan sama sekali tidak ada.
  • Sering menjilati diri sendiri di sekitar penis
  • Dan gejala penyakit pada umumnya kurang nafsu makan, badan dingin, dehidrasi dan muntah

Mengebiri Kucing Betina dan Kucing Jantan?

Salah trik untuk membuat kucing menjadi binatang peliharaan yang baik adalah dengan cara mengebirinya. Apakah memang sebaiknya kucing kita kebiri saja supaya menjadi lebih penurut. Baca artikel kucing berikut ini :
Baik kucing jantan maupun kucing betina bisa dikebiri. Pada umumnya untuk kucing betina direkomendasikan dikebiri pada usia 24 sampai 30 minggu. Ini dilakukan sebelum kucing betina tersebut mencapai masa subur untuk pertama kalinya. Seperti kita tahu, masa subur pertama kucing betina terjadi pada usianya yang keenam bulan.
Tetapi tentu saja tidak semua jenis kucing masa suburnya enam bulan. Cotohlah jenis kucing Siam yang masa suburnya di usia 4,5 bulan. Bahkan ada juga jenis yang sampai sembilan bulan lamanya.
Sedangkan untuk kucing jantan, kapan waktu untuk mengebiri nya? Apakah sama dengan kucing betina?
Sebenarnya pada usia enam belas (16)  minggu, kucing jantan sudah dapat kita kebiri. Namun ada beberapa ahli katakanlah dokter hewan yang mengebirinya setelah berumur sekitar enam bulan. Hal ini di pertimbangkan supaya kucing jantan dapat mengembangkan saluran kencingnya.
Berbeda dengan kucing betina, saluran kencing kucing jantan bermula dari kandung kencing kemudian ke penisnya. Maka daripada itu sebaiknya kita menunggu sampai enam bulan untuk mengurangi kemungkinan penyumbatan.
Penyumbatan ini disebabkan kondisi yang bernama FUS (feline urological syndrome). Harap bedakan denga FUS penyakit flu kucing.
Selain itu, Kucing jantan juga punya waktu maksimal dia dapat kita kebiri. Yaitu pada usia sembilan bulan.
Nah! bagaimana apakah akan mengebiri kucing anda? Banyak pertanyaan yang mungkin masuk dalam pikiran anda. Bukankan mengebiri akan membuat binatang pliharaan terluka. Mungkin saja? tapi musim kawin pada kucing datang dalam waktu terbatas, berbeda dengan manusia yang dapat melakukannya sewaktu-waktu :D .
Dan ingat ada banyak ribuan ekor kucing yang terbuang dan membutuhkan rumah. Apa anda mau menambahkan populasi kucing yang terbuang itu? YAP! ini hanya pendapat saya..keputusan tetap berada di tangan anda. Saya sendiri sih sepertinya tidak akan mengebiri.

Penyakit reproduksi khusus kucing betina

Kali ini kita nggak akan membahas kucing persia atau kucing anggora. Tapi penyakit kucing….. dan penyakit kucing ini hanya menyerang pada kucing betina. Mengapa? karena penyakit yang akan kami jelaskan adalah penyakit reproduksi.
OK supaya nggak males bacanya..kami pilah-pilah saja berdasar kategori pada penyakit kucing betina ini :

Tanda -tanda,penyebab maupun tindakan untuk  penyakit reproduksi pada kucing betina :

  • Masa subur pada kucing betina yang terus menerus. Penyebabnya kemungkinan adalah kista indung telur. Khusus untuk penyakit reproduksi yang satu ini harus langsung dibawa ke dokter hewan.
  • Kelenjar susu membesar dan tidak terasa sakit. Jika itu tanda-tandanya maka kemungkinan penyebabnya adalah Tumor kelenjar susu, mastitis.
  • Lemas, kehilangan selera makan setelah 1-2 minggu melahirkan anak dan ada cairan bernanah yang keluar dari lubang kelamin. Maka penyebabnya adalah Metritis atau pembengakakan rahim. Langsung deh bawa ke dokter hewan untuk diberi antibiotik atau yang lebih ekstrim dokter harus mengebiri kucing tersebut.
  • Haus berlebiha, selera makan turun, perut membesar, lubang kelamin keluar cairan, muntah-muntah dan terjadi 6-8 minggu setelah masa subur berakhir. Penyebabnya adalah Piometra atau akumulasi nanah pada rahim. Seperti biasa bawa ke dokter..penanggulangannya bisa dibedah untuk membuang rahim
Semoga kucing betina anda tidak mengalami penyakit reproduksi diatas.